semua untuk anda

Intoleransi Laktosa

Pendahuluan
Intoleransi Laktosa adalah penyakit dengan gejala diare akibat kondisi dimana laktase, sebuah enzim untuk mengubah laktosa menjadi monosakarida kurang atau tidak diproduksi.
Defisiensi laktase  Primer  Dapat bersifat Permanen (Bawaan) atau sementara.
Defisiensi yang bersifat sementara merupakan proses normal karena enzim laktose baru terbentuk pada akhir trimestar kehamilan dan maksimum pada masa aterm (sesaat setelah bayi lahir).
Sekunder  Akibat lanjut dari kerusakan mukosa usus pada usus halus.
Etiologi karena kekurangan enzim laktosa dalam usus halus.
Kekurangan enzim laktosa dibagi :
– Defisiensi laktosa yang diwariskan  Genetik.
– Defisiensi laktosa primer  Induksi enzim laktosa menurun.
– Defisiensi laktosa sekunder  malabsorbs pada usus, kerusakan usus karena Infeksi.
Patofisiologi 
Enzim laktosa  memecah laktosa. Menjadi glukosa dan galoktosa sehingga dapat diabsorbsi (diserab). Bila laktosa tidak dipecah masuk ke usus besar  penarikan air ke dalam usus.
Bakteri dikolon juga memfermentasikan laktosa As laktat, dan As
lemak  merangsang kolon  peningkatan pergerakan kolon
Diare  peningkatan penarikan air ke dalam usus  volume di usus meningkat ditambah dengan meningkatnya pergerakan usus.  Diare
Gejala klinik  muntah, diare yang berlangsung terus dan dapat  Dehidrasi.
 Diare  konsistensi cair, berbau asam.
 Flatulen (kentut), meteorismus, kemerahan disekitar anus
 Akibat dari gejala di atas  pertumbuhan terganggu  malnutrisi.
Diagnosis  pemeriksaan klinik dan laboratorium.
Laboratorium : – Untuk pernapasan hidrogen.
– PH tinja (< 6)
– Penetuan kadar gula dalam tinja (clini test)  normal tidak ada gula dalam tinja
• Pengobatan :
Dehidrasi  Oralit atau infus sesuai kebutuhan cairan.
 Asi dan susu formula dapat diteruskan dengan menambah Erozim laktosa (Galantase  produksi TANABE) 0,5 gr kedalam susu.
 Suhu rendah laktosa (LLM, Almiron) selama 2-3 bulan kemudian ganti dengan susu formula biasa.
 Probrotik (lacto-B) membantu mengatasi intoleransi laktosa.
 ASI tetap lanjut.
Dehidrasi Oral : untuk dehidrasi ringan – sedang, anak kuat minum
Oralit : Tanpa Dehidrasi
Umur 5 tahun : 24 jam pertama 800-1000 cc, 1½ gelas tiap kali mencret
Kalau tidak ada oralit bisa diganti larutan gula garam (LGG).
½ sendok gula + ¼ sendok garam + 250 ml air.
• Prognosis
Intoleransi laktosa yang sifatnya diwariskan prognosisnya kurang baik.
Intoleransi laktosa yang bersifat primer dan sekunder prognosisnya baik.
Komplikasi
PEM. Pertumbuhan anak terlambat. Dehidrasi, dan gangguan keseimbangan elektrolik  ………..
• Pencegahan
– Memilih produk susu dan makanan lain yang bisa dikonsumsi tanpa rasa tidak nyaman dan yang mana harus dihindari.
– Pertumbuhan anak tidak terlambat hanya karena tidak konsumsi laktosa. Ini bisa digantikan dengan makanan sayuran hijau, ikan dan makanan tinggi kalsium.
– Intinya diet dengan teliti dengan suplemen kalsium sekiranya direkomendasi oleh dokter atau ahli gizi adalah kunci untuk menguragi gejala-gejala bagi intoleransi ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Tag Cloud

%d bloggers like this: